Gambar ini saya ambil sewaktu akan meninggalkan Lapangan Udara Pattimura di Desa Laha Kota Ambon, tulisan pada papan ini membuat saya tertarik, dengan papan bertuliskan "TANAH INI Milik Negeri Laha Yang Belum Di Bayar Oleh PT. Angkasa Pura I", tulisan putih dengan dasar berwarna hitam, mengisyaratkan sebuah duka, mungkin banyak orang yang sudah melihatnya juga, dan saya termasuk salah satu orang atau kesekian dari total orang-orang tersebut.
sebuah dilema dimana prasarana pendukung aktifitas masyarakat dan pemerintahan yang begitu megah dan besar, serta menyandang predikat Bandara Internasional, ternyata masih menyimpan sebuah permasalahan dibalik kebesarannya.
Tak tahu proses ini sudah berlangsung berapa lama, tetapi sangat disayangkan hak dari ulayat dan masyarakat Negeri seperti diacuhkan dan dibiarkan oleh Pembesar dan Kekuasaan yang ada. Kenyataan dari pada masyarakat, pemerintah dan terutama pembesar yang ada, tidak memperhatikan permasalahan atau mungkin saja menutup mata atas apa yang sedang terjadi, yang pada akhirnya hak dari pada masyarakat sebagai pemilik dari pada semua ini tidak diperdulikan. Terkadang semua hal besar diperdulikan demi sebuah pencapaian nama besar, tetapi pada akhirnya rakyat kecil dikorbankan kembali demi pencapaian-pencapaian tersebut.
Sampai kapan semua ini akan berlangsung, dan akan terus dibiarkan oleh semua mata yang melihat dan semua telinga yang mendengar???
Sabtu, 01 Februari 2014
KECIL DAN DIHIRAUKAN
Label:
70ngen159
Lokasi:Ambon, Maluku,Indonesia
Indonesia
Jumat, 24 Januari 2014
DILAHIRKAN 2 KALI
Seorang Yahudi yang lolos dari hukuman tentara Nazi berkisah tentang hidupnya:
Tak ada kata yang bisa mengungkapkan secara penuh pengorbanan yang diberikan ibuku kepadaku anaknya yang bungsu. Masih sangat jelas peristiwa saat itu di benakku. Ketika itu aku berumur 19 tahun. Saya beserta begitu banyak orang Yahudi lainnya sedang digiring dan dibawa ke kamp konsentrasi. Kami tahu dengan amat pasti bahwa hari-hari hidup kami kini telah mencapai ujungnya. Kami dibawa untuk menemui ajal kami entah di mana.
Beberapa grup orang Yahudi yang lain telah kami lewati. Kami juga tahu bahwa kelompok yang baru kami lewati ini akan tetap menetap dalam ghetto, mereka tak akan menemui nasib sebagaimana akan segera kami terima.
Ketika aku melewati tempat di mana ibuku sedang berdiri, saat di mana kami tidak diperhatikan oleh tentara Nazi, ibuku memberikan kartu namanya kepadaku, mendorong aku ke samping lalu menempati barisanku.
Walaupun hal ini terjadi lebih dari 50 tahun yang silam, namun aku tak a.... ... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 23 Januari 2014
ANJING CERDAS
Seorang tukang daging heran ketika melihat ada anjing yang masuk ke tokonya, dia beberapa kali mencoba mengusir anjing itu, tetapi beberapa kali juga anjing itu selalu kembali lagi ke tokonya.
“Dengan penuh tanda tanya, akhirnya tukang daging tersebut mulai mendekati dan mengamati anjing tersebut. Penjual daging itu terkejut ketika ia mendapati bahwa ada sebuah kertas kecil yang tergantung di leher anjing itu dan bertuliskan : “Berikan aku 12 sosis dan 1 paha kambing”. Penjual daging itupun makin terkejut lagi ketika ia mendapati bahwa anjing itu juga menggigit uang 20 dollar – jumlah yang cukup untuk membeli ‘pesanan’ anjing itu.
“Dengan merasa agak aneh, penjual daging itu mengambil uang dari mulut anjing itu, menyiapkan ‘pesanannya’, membungkus 12 sosis dan 1 paha kambing ke dalam sebuah tas plastik, lalu memberikannya kepada anjing itu. Anjing itu pun dengan sigap menggigit pegangan tas plastik itu … lalu ngeloyor pergi.
“Penjual daging sangat penasaran den.... ... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Langganan:
Komentar (Atom)
