Laman

Senin, 17 Februari 2014

AYAH, ANAK DAN BURUNG GAGAK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - AYAH, ANAK DAN BURUNG GAGAKPada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah benda tersebut?" "Burung gagak", jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, "Itu burung gagak ayah!" Tetapi sejenak kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak marah dengan pertanyaan yang sama dan diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih keras, "BURUNG GAGAK!!" Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang sama sehingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang ogah-ogahan menjawab pertanyaan si ayah, "Gagak ayah.......". Tetapi k....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 01 Februari 2014

HOBBY

http://www.amazon.com/dp/B00823NH3E/ref=dra_a_rv_ff_fx_it_P2000_1000?tag=dradisplay-20

KECIL DAN DIHIRAUKAN

Gambar ini saya ambil sewaktu akan meninggalkan Lapangan Udara Pattimura di Desa Laha Kota Ambon, tulisan pada papan ini membuat saya tertarik, dengan papan bertuliskan "TANAH INI Milik Negeri Laha Yang Belum Di Bayar Oleh PT. Angkasa Pura I", tulisan putih dengan dasar berwarna hitam, mengisyaratkan sebuah duka, mungkin banyak orang yang sudah melihatnya juga, dan saya termasuk salah satu orang atau kesekian dari total orang-orang tersebut.
sebuah dilema dimana prasarana pendukung aktifitas masyarakat dan pemerintahan yang begitu megah dan besar, serta menyandang predikat Bandara Internasional, ternyata masih menyimpan sebuah permasalahan dibalik kebesarannya.
Tak tahu proses ini sudah berlangsung berapa lama, tetapi sangat disayangkan hak dari ulayat dan masyarakat Negeri seperti diacuhkan dan dibiarkan oleh Pembesar dan Kekuasaan yang ada. Kenyataan dari pada masyarakat, pemerintah dan terutama pembesar yang ada, tidak memperhatikan permasalahan atau mungkin saja menutup mata atas apa yang sedang terjadi, yang pada akhirnya hak dari pada masyarakat sebagai pemilik dari pada semua ini tidak diperdulikan. Terkadang semua hal besar diperdulikan demi sebuah pencapaian nama besar, tetapi pada akhirnya rakyat kecil dikorbankan kembali demi pencapaian-pencapaian tersebut.
Sampai kapan semua ini akan berlangsung, dan akan terus dibiarkan oleh semua mata yang melihat dan semua telinga yang mendengar???